Wisata Kota Jambi dan Sekitarnya


 
WISATA JAMBI

Kota Jambi memiliki enam potensi objek wisata andalan yang kini terus dikembangkan supaya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Enam potensi objek wisata itu meliputi, Taman Mini Jambi di Taman Rimba, Danau Sipin, Hutan Kota, Sungai Batanghari, Seberang Kota, dan Tanggo Rajo.
Keenam potensi wisata itu sangat menjanjikan, dan diyakini akan mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Jambi, karena letaknya yang sangat strategis dan sangat menarik bila ditata dengan baik.
Taman Mini Kota Jambi terletak sekitar tujuh kilometer dari pusat kota, dan hanya 500 meter dari Bandara Sultan Thaha, dengan luas sekitar 18 hektar, terdapat replika dari rumah-rumah adat dalam Provinsi Jambi.
Danau Sipin terletak di Kecamatan Telanaipura, berjarak empat kilometer dari pusat kota, seluas 89,2 hektar berbentuk oval serta terdapat pulau ditengahnya.
Potensi lainnya yakni Hutan Kota dengan luas 11 hektar di Kelurahan Kenali Asam, dilengkapi dengan 166 jenis tanaman dan aneka binatang seperti kera, biawak, ular serta berbagai jenis burung.
Tiga objek wisata lainnya yakni Sungai Batanghari, Seberang Kota dan Tanggo Rajo, semuanya berada dalam satu kawasan, yang juga mempunyai daya tarik sendiri, karena letaknya yang berada di pinggiran kota.
Potensi wisata itu, secara bertahap kini terus dibenahi dengan melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi Jambi sebagai pembina teknisnya. Dan saat ini hampir selesai pembangunan Jambi Besar di Jambi yang terletak di Jambi Kota Seberang tepat berseberangan dengan Rumah Dinas Gubernur Jambi, dengan nama GENTALA 'ARASY. Dan dari Rumah Dinas Gubernur tersebut terhubung dengan Jembatan Panjang yang dikhususkan untuk pejalan kaki yang melintasi sungai Batanghari.
Wisata lain sekitarnya, anda dapat menuju Candi Muaro Jambi. Wisata lainnya yaitu Wisata Membatik di Batik Jambi Ariny Kel. Pasir Panjang Kec, Danau Teluk Jambi Kota Seberang.

Tentang Candi Muaro Jambi


Desa Muaro Jambi Kecamatan Muaro Sebo adalah tempat/lokasi candi Muaro Jambi, terletak 2 km sebelah timur laut kota Jambi atau 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan darat melalui Jembatan Batanghari 2. Dikawasan ini terdapat Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedato dan Candi Koto Mahligai. Dilihat dari segi arsiteknya, bangunan tersebut merupakan kebudayaan Budhis pada abad ke IV dan V masehi. Salah satu penemuan arca di Candi Gumpung memperlihatkan ciri-ciri yang banyak persamaannya dengan arca Prajnaparamita dari zaman Singosari. Beberapa meter dari candi telaga tempat pemandian para raja yang dinamakan telaga Rajo.
 
Kelompok Candi Tinggi terletak kurang lebih 200 meter timur laut Candi Gumpung. Candi berukuran 75 x 92 meter yang dipagar sejak tahun 1979-1988. Pintu gerbang utamanya berada disisi timur. Didalam halaman kelompok Candi Tinggi terdapat sebuah candi Induk dan enam buah Candi Perwara (penampilan)
 
Selain itu terdapat sisi lantai bata di depan candi induk yang memiliki denah berbentuk bujur sangkar ukuran 16 X 16 meter. Setelah dipagar, kini candi Induk memiliki dua teras dan tubuhnya cendrung mengecil keatas.
 
Lalu ada 6 buah candi lagi yang hanya bagian pondasi dan sedikit bagian kakinya saja. Sejumlah temuan penting yang dapat ditemukan dari kelompok Candi Tinggi adalah sebuah potongan benda dari besi dan perunggu, kaca kuno, pecahan-pecahan arca batu, pecahan-pecahan keramik yang umumnya alat-ala rumah tangga  yang berasal dari china dari abad 9-14 M serta ratusan bata bertulis, bertanda, serta ratusan bata bercap. Dan  huruf pada bata menunjukkan tertulis huruf Pallawa (Prenagari).
 
Dikompleks candi Muaro Jambi ini, terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi yang dibatasi fisik oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya, namun secara kasar dapat dihitung 64 X 54 meter persegi dan terdapat struktur tiang bangunan yang terbuat dari kayu dan lantai yang terbuat dari batu bata. Gong Cina pernah ditemukan oleh para arkeolog. Gong yang berasal dari perunggu beraksara Cina ini disebut-sebut sebagai gong perang, yang kini tersimpan di Museum Negeri Jambi. Dan ada juga candi induk,berukuran 11,5 x 11,5 meter berada didepan Candi Perwara (penampil). Candi Induk ini memiliki tangga pada bagian timurnya.
 
Kemudian Candi Gedong yang terdiri dari dua bagian yakni Gedong 1 dan Gedong 2. Keduanya sangat berdekatan lokasinya sekitar 150 meter. Candi ini terletak sekitar 1.450 meter dari sebelah timur Candi Kedaton, sama-sama memiliki struktur tangga di sebelah timur. Candi Gedong 1 sangat unik, dibangunan yang berbentuk bujur sangkar ini banyak dijumpai temuan lepas purbakala seperti mata uang kepeng dari Cina sebanyak 161 buah, peralatan keagamaan, bata berprofil, bata bertekuk, bata bergores dan kramik Cina serta gerabah local (tembikar). Sebagian besar uang tersebut dalam keadaan aus dan sulit dibaca. Sebagian besar hurufnya berasal dari Dinasti Tang (618-907 M), dinasti Tang selatan (937-976 M), dan dinasti Sung ( 960-1280 M). Di lokasi Candi Gedong juga terdapat sebuah arca Jagopati ( Arca Prajurit)
 
Tak kalah menakjubkannya, Sampai awal abad ke-21 M ini, disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang 39 kelompok candi. Bangunan candi tersebut adalah peninggalah kerajaan melayu hingga kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan melayu budhis. Diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro jambi mulai dibangun sejak abad 4 M, salah satu diantara kelompok candi tersebut adalah Candi Gumpung.
 
Lokasi kelompok Candi gumpung berada pada 500 meter dikanan mudik sungai Batanghari. Candi Gumpung adalah candi terbesar kedua setelah candi Kedaton. Candi Gumpung tersusun dari bangunan bata dari berbagai bentuk dan ukuran. Dan disini pernah ditemukan benda purbakala yang berhasil di ketemukan oleh para arkeolog. Kelompok Candi Gumpung dibatasi pagar keliling yang membentuk bujur sangkar yang memiliki ukuran panjang keseluruhan 604,40 meter. Luas keseluruhan areal Candi Gumpung adalah 229,50 m2. Candi Gumpung memiliki Candi Perwara (penampil) sebanyak 5 buah, yang belum jelas benar wujudnya, 4 buah gapura dan 2 buah tempat yang diperkirakan bekas kolam. Gumpung berasal dari penamaan sebuah menapo gumpung dari masyarakat sekitar, dalam bahasa melayu berarti papak atau patah atau terpotong  diatasnya.


Related product you might see:

Share this product :

Post a Comment

 
Solusi Batik Jambi Anda : Batik Jambi Ariny Sentuhan Warna Alam | Home Schooling Batik Jambi | Wisata Membatik
Copyright © 2014. . - All Rights Reserved
Batik Kreatif Batik Kombinasi Wisata Jambi Batik Jambi Ariny
Tampil Beda Batik Jambi Asli